“FPI dengan Bambu Runcing Serang Barisan Massa yang terdapat Ibu-ibu, Orang-tua, Pemuda dan Beberapa Anak Kecil”
Lapangan Monas, Minggu, 1 Juni, ratusan massa dari berbagai elemen organisasi yang tergabung dalam AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan), mengadakan apel siang di Monas, untuk memperingati hari lahirnya Pancasila. Mereka menyeru untuk mempertahankan Pancasila dan UUD 45 sebagai dasar Negara dan juga mereka menyeru kepada Bangsa untuk menjunjung martabat Bangsa Indonesia dengan menghargai kebebasan untuk memeluk agama dan keyakinan apapun di Negeri pertiwi ini.
Ratusan Massa AKKBB yang di dalamnya terdapat ibu-ibu, pemuda, orang tua dan beberapa anak kecil, secara tiba-tiba, diserang oleh ratusan massa berseragam putih-putih yang menamakan dirinya FPI (Front Pembela Islam). Massa FPI dengan teriakan Allahu Akbar…!! dari arah berlawanan masuk ke kerumunanan massa AKKBB dan membabi-buta mengayunkan bambu runcing ke siapapun yang merupakan bagian barisan dari AKKBB.
Anak-anak kecil yang ada di barisan AKKBB menjerit histeris, Ibu-ibu menangis. Setiap laki-laki yang merupakan barisan massa AKKBB di buru, dikejar, jika tertangkap: dipukul tanpa ampun dengan bambu runcing dan kepalan tangan massa FPI. Dan barisan AKKBB pun habis berlarian dalam ketakutan.
Aksi tak beradab tersebut berjalan cukup lama. Insiden berdarah tersebut berhenti saat ratusan polisi datang membendung aksi para preman berjubah tersebut. Polisi terlambat, bambu runcing massa FPI terlanjur melukai belasan Massa AKKBB. Ahmad Suaidy (Wahid Institute), M. Guntur Romli (Yayasan Jurnal Perempuan), Syafi’i Anwar dll. menjadi korban tindakan biadab massa FPI. Belasan orang harus dilarikan ke Rumah Sakit.
Jenis kekerasan kepada masyarakat atas nama apapun (Allah dan Nabi) tidak dibenarkan, apalagi di negeri hukum yang beradab ini. Agama Islam dan Bangsa Indonesia sangat mengutuk tindakan ini.
FPI menyerang massa AKKBB dengan bambu runcing, karena AKKBB menyeru kepada bangsa untuk menjunjung martabat Bangsa Indonesia dengan menghargai kebebasan untuk memeluk agama dan keyakinan apapun di Negeri pertiwi ini, karena asas dasar negara kita, Pancasila, juga mengamini hal itu.
NU, Muhammadiyah, Persis, Ahmadiyah, HTI, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghuchu dan kepercayaan apapun berhak hidup di Negara Demokrasi yang berasaskan Pancasila ini.
Tindakan tak beradab yang mencoreng nama baik martabat bangsa ini tak boleh didiamkan. Mari jaga martabat bangsa ini! teruskan perjuangan para pendiri bangsa kita! Mari rawat Islam yang Rahmatal lil ‘Alamin, Hentikan kekerasan atas nama apapun! ALLAHU AKBAR!!!, hidup Indonesia. (Sukron Hadi)
Tulisan ini disebarkan dalam bentuk selebaran di kampus UIN Jakarta
Foto Aktifis AKKBB yang sengaja memprovokasi menodongkan pistol :
http://www.eramuslim.com/berita/nas/8614062435-wanted-death-or-alive.htm
ehm AKKBB lalu…Anick HT…..trus…nong…..lalu FORMACI……hahahahaaaaaa…sama aja
antek2 asing yang di biangi negara teroris Amerika Serikat, berkedok memperjuangkan HAM padahal…..apakah dalam diri dan organisasi yang berhaluan seperti anda juga mempunyai apa yang dinamakan DEMOKRASI?…….hahahahaaa…..
BULLSHIT…
TOLAK JIL di INDONESIA
ibu-ibu, anak-kecil ditipu akkbb, dibilang mo direkreasikan ka ancol, eee taunya dijadikan tameng para pembela ahmadiyah dan pembela dajjal-dajjal
astaghfirulloh
Hoi Prihatin,
Kalau ngomong jangan asal dong. Mana faktanya anak-anak dan ibu-ibu itu ditipu? Orang-orang seperti Anda ini tidak lebih dari tukang fitnah. Anda ini adalah perusak-perusak Islam. FPI yang nyata-nyata mukulin anak-anak dan ibu-ibu justru kalian bela. Islam macam apa Anda ini?!
formaci di biayai asing?! sok tau sekali anda! kami adalah sekumpulan mahasiswa yang bergiat dalam diskusi sosial, politik, kebudayaan dan keagamaan. dan kami seperti halnya manusia beradab lainnya dan dan manusia yang punya hati MENOLAK KERAS SEGALA BENTUK KEKERASAN ATAS NAMA APAPUN. kami kuliah masih dibiayai orang tua kami, meski ada sebagian anggota Formaci yang banting tulang nyari kerja untuk biaya kuliah dan hidup sehari-hari. jadi anda jangan sok tau!.
buat Om adi,
kami berada ditempat tragedi berdarah.
silakan anda baca “Pelurusan Fakta Tragedi Berdarah Monas” di blog kami
buat mahasiswi UIN, entah siapa namanya.
sekali lagi,
FORMACI adalah sekumpulan Mahasiswa yang sedang mencari eksistensi diri dengan membaca, berdiskusi dan berinteraksi dengan kehidupan nyata. dan kami menjadi Liberal, Fundamentalis atau moderat bukan berdasarkan dari paksaan atau ajakan dari luar diri kami masing-masing, namun merupakan pilihan hidup kami masing-masing sebagai manusia bebas yang diciptakan Allah, yang memberi kami berbagai pilihan hidup. kami sebagai manusia biasa seperti anda, dan orang-orang disekitar anda, yakin bahwa segala bentuk kekerasan dan pemaksaan ideologi dan keyakinan, serta segala jenis pelarangan untuk memeluk keyakinan adalah melanggar asas kebhinekaan pancasila. pancasila adalah falsafah bangsa indonesia, jadi kami sebagai bangsa indonesia merasa wajib untuk membela falsafah bangsa kami. dan kami yakin, bahwa Allahpun ridlo dengan kami yang mebela pancasila.
temans, jangan terprovokasi. mereka memang biasa menebar fitnah. biarin aja. Allah maha tahu. Toh Allah maha tahu tukang fitnah mana yang pantas diazab. fitna itu artinya menuduh. menuduh “ibu-ibu dan anak-anak diajak ke ancol” adalah fitnah. dan “fitna lebih kejam daripada pembunuhan,” firman Allah. sok pasti, hukumannya juga lebih berat daripada pembunuhan. kita tunggu aja di hari pembalasan.
satu lagi, atas nama mahaisiwa UIN mah sebentuk keceburuan aja pada formaci. maklum, formaci kan forum diskusi yang masih bertahan sejak dua puluh tahun lalu didirikan.
udah ah…entar dikata sombong lagi, dan dijadikan bahan fitnah.
bukankah Wilders membuat film “fitna” yang melecehkan Islam? yang mirip Wilders di sini siapa ya? pemitnah tentu saja.
wassalam.
teman-teman formaci, teruskan perjuangan kalian. kalian adalah bagian dari bangsa indonesia, jadi sudah menjadi hak kalian untuk membela bangsa Indonesia dengan membela pancasila melalui jalan yang menurut kalian adalah demi kemaslahatan Bangsa tercinta kita. save our nation, pertahankan asas kebhinekaan yang sudah ditanamkan para pendiri bangsa untuk bangsa kita. meskipun kalian bukan polisi, bukan superman, tapi hanya manusia biasa, tapi saya yakin kalian mampu untuk meneruskan perjuangan para pendiri bangsa yang pro keberagamaan dan kebhinekaan. perjuangan kalian tidak sendiri, mayoritas bangsa indonesia pun mengiyakan dan mendukung perjuangan kalian.
FPI, jangan rusak Pancasila kami.
jangan rongrong asas kebhinekaan kami.
kalian tidak mungkin mampu,
FPI, kalian hanya segelintir orang yang benci dengan segala jenis perbedaan yang sudah lama dicengkram oleh Pancasila kami. perjuangan FPI adalah anti Nasionalisme, musuh FPI adalah NKRI dan mayoritas Bangsa Indonesia yang mengakui asas kebhinekaan bangsa.
FPI, kalian adalah Khawarij masa kini.
semoga Allah membawa pengikut FPI kembali ke jalan yang lurus.
hidup indonesia!!
thanx kawan,
hidup indonesia!!!